RSS

Tugas 3 Etika & Profesionalisme TSI

  1. Apa yang dimaksud dengan IT Forensik dan apa kegunaan dari IT Forensik tersebut?

Jawab:

Ada beberapa pendapat tentang IT forensik dari beberapa ahli, antara lain :

  • Noblett : Menurutnya, IT forensik berperan utuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer.
  • Judd Robin : Penerapan secara sederhana dari penyelidikan komputer dan teknik analisisnya untuk memberikan bukti hukum yang mungkin.
  • Ruby Alamsyah (seorang ahli forensik Indonesia) : Menyatakan bahwa digital forensik adalah ilmu yang menganalisa tentang barang bukti digital sehingga dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan.

Digital forensik itu turunan dari disiplin ilmu teknologi informasi (information technology/IT) di ilmu komputer, terutama dari ilmu IT security yang membahas tentang temuan bukti digital setelah suatu peristiwa terjadi. Kata forensik itu sendiri secara umum artinya membawa ke pengadilan. Digital forensik atau kadang disebut komputer forensik yaitu ilmu yang menganalisa barang bukti digital sehingga dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan. Kegiatan forensik komputer sendiri adalah suatu proses mengidentifikasi, memelihara, menganalisa, dan mempergunakan bukti digital menurut hukum yang berlaku.

Tujuan dari IT Forensik adalah untuk mengamankan dan menganalisa bukti digital dengan cara menjabarkan keadaan terkini dari suatu artefak digital. Istilah artefak digital dapat mencakup sebuah sistem komputer, media penyimpanan (harddisk, flashdisk, CD-ROM), sebuah dokumen elektronik (misalnya sebuah email atau gambar), atau bahkan sederetan paket yang berpindah melalui jaringan komputer.

  1. Jelaskan contoh kasus yang berkaitan dengan bidang apa saja yang dapat dibuktikan dengan IT Forensik !

Jawab:

Contoh kasus IT Forensik, Ruby Alamsyah yang saat ini telah menjadi salah seorang ahli IT Forensik yang terkenal di Indonesia. Kebetulan kasus ini menjadi kasus pertama yang ia tangani yaitu kasus artis Alda, yang dibunuh di sebuah hotel di Jakarta Timur. Untuk tahap awal ia menganalisa video CCTV yang terekam di sebuah server. Server itu memiliki hard disk. Kemudian ia memeriksanya untuk mengetahui siapa yang datang dan ke luar hotel. Sayangnya, saat itu kepedulian terhadap digital forensik dapat dikatakan belum ada sama sekali. Jadi pada hari kedua setelah kejadian pembunuhan, Ruby ditelepon untuk diminta bantuan menangani digital forensik. Sayangnya, kepolisian tidak mempersiapkan barang bukti yang asli dengan baik. Barang bukti itu seharusnya dikarantina sejak awal, dapat diserahkan kepada Ruby bisa kapan saja asalkan sudah dikarantina. Dua minggu setelah peristiwa, alat tersebut diserahkan kepada Ruby, tapi saat diperiksa alat tersebut ternyata sejak hari kedua kejadian sampai diterima masih berjalan merekam. Akhirnya tertimpalah data yang penting karena CCTV di masing-masing tempat/hotel berbeda settingnya. Akibat tidak waspada, barang bukti pertama tertimpa sehingga tidak berhasil diambil datanya.

  1. Hal-hal apa saja yang mendukung penggunaan IT Forensik, jelaskan !

Jawab :

Bidang yang mendukung penggunaan IT Forensik dapat dicontohkan seperti pada kepolisian di bidang penyidikan perkara, kedokteran dalam melakukan penelitian dan visum, bidang hukum dalam pencarian alat bukti dan materi dalam persidangan. Adapun orang-orang yang berhubungan dengan penggunaan IT Forensik seperti :

Petugas Keamanan (Officer/as a First Responder)

Memiliki kewenangan tugas antara lain : mengidentifikasi peristiwa, mengamankan bukti, pemeliharaan bukti yang temporer dan rawan kerusakan.

Penelaah Bukti (Investigator)

Sosok yang paling berwenang dan memiliki kewenangan tugas antara lain : menetapkan instruksi-instruksi, melakukan pengusutan peristiwa kejahatan, pemeliharaan integritas bukti.

Teknisi Khusus

Memiliki kewenangan tugas antara lain : memeliharaan bukti yang rentan kerusakan dan menyalin storage bukti, mematikan (shuting down) sistem yang sedang berjalan, membungkus/memproteksi bukti-bukti, mengangkut bukti dan memproses bukti. IT Forensik digunakan saat mengidentifikasi tersangka pelaku tindak criminal untuk penyelidik, kepolisian, dan kejaksaan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 29, 2015 in Uncategorized

 

Tugas 2 Etika & Profesionalisme TSI

  1. Jelaskan apa yang menjadi alasan penyalahgunaan fasilitas teknologi sistem informasi sehingga ada orang atau pihak lain menjadi terganggu !

Rasa ingin tau yang berlebihan dalam diri seseorang sehingga menyebabkan dirinya tanpa disadari telah melakukan penyalahgunaan layanan telematika. Kurangnya pengawasan dari orang tua dalam mendampingi anak-anaknya menggunakan layanan telematika. Penyortiran konten-konten yang tidak seharusnya dipublikasi, seperti konten seks dan kekerasan yang masih belum berjalan secara keseluruhan. Penyalahgunaan fasilitas teknologi sistem informasi dimulai dari aksi seseorang dan kepentingan kelompok juga bisa karena kurang pengawasan dari orang tua. Ketika ada seseorang yang dengan sengaja mengumpulkan data misal seluruh data pribadi konsumen suatu produk maka fasilitas teknologi sistem informasi bisa disalahgunakan untuk dapat dikumpulkan dengan cara diretas. Kepentingan kelompok juga dapat menjadi alasan penyalahgunaan fasilitas teknologi sistem informasi seperti memanipulasi hasil pemilu. Maka untuk itu banyak cara dilakukan termasuk penyalahgunaan fasilitas teknologi.

  1. Bagaimana cara menanggulangi gangguan-gangguan yang muncul karena penyalahgunaan fasilitas teknologi sistem informasi ? Jelaskan !

Pembatasan konten-konten sebagai peran pemerintah yang diperbolehkan beredar di kalangan masyarakat melalui fasilitas telematika. Hal ini merupakan bagian dari pemerintah dimana dengan adanya kebijakan pembatasan konten dewasa maupun konten yang bersifat SARA supaya setiap konten yang diakses oleh masyarakat adalah konten yang positif dan bermanfaat. Diberikan penyuluhan sedini mungkin tentang penggunaan telematika secara bijak untuk menghindari dari hal-hal yang menyalahi aturan. Cara yang paling mudah menanggulangi gangguan bisa dilakukan dengan cara merekrut orang yang ahli dan berpengalaman dalam menangani kasus penyalahgunaan fasilitas teknologi sistem informasi. Cara lain salah satunya adalah dengan mencari celah keamanan yang berhasil ditembus lalu menanganinya sendiri dan juga dengan cara melaporkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib sesuai dengan UU yang berlaku.

  1. Sebutkan salah satu kasus yang terjadi berkaitan dengan penyalahgunaan fasilitas teknologi

sistem informasi, beri tanggapan akan hal tersebut !

Contoh salah satu kasus yang terjadi berkaitan dengan itu adalah Dunia perbankan melalui Internet (e-banking) Indonesia dikejutkan oleh ulah seseorang bernama Steven Haryanto, seorang hacker dan jurnalis pada majalah Master Web. Lelaki asal Bandung ini dengan sengaja membuat situs asli tapi palsu layanan internet banking Bank Central Asia, (BCA). Steven membeli domain- domain dengan nama mirip http://www.klikbca.com (situs asli Internet banking BCA), yaitu domain http://www.klik-bca.com, kilkbca.com, clikbca.com, klickca.com, dan klikbac.com. Isi situs-situs plesetan ini nyaris sama. Jika nasabah BCA salah mengetik situs BCA asli maka nasabah tersebut masuk perangkap situs plesetan yang dibuat oleh Steven sehingga identitas pengguna (user id) dan nomor identitas personal (PIN) dapat diketahuinya. Diperkirakan, 130 nasabah BCA tercuri datanya. Menurut pengakuan Steven pada situs bagi para webmaster di Indonesia, (http://www.webmaster.or.id) membuat situs plesetan tersebut bertujuan agar publik berhati- hati dan tidak ceroboh saat melakukan pengetikan alamat situs (typo site), bukan untuk mengeruk keuntungan.

Kasus yang menghebohkan lagi adalah hacker bernama Dani Hermansyah, pada tanggal 17 April 2004 melakukan deface dengan mengubah nama- nama partai yang ada dengan nama- nama buah dalam website http://www.kpu.go.id yang mengakibatkan berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemilu yang sedang berlangsung pada saat itu. Dikhawatirkan, selain nama- nama partai yang diubah bukan tidak mungkin angka- angka jumlah pemilih yang masuk di sana menjadi tidak aman dan bisa diubah.

5 Kelemahan administrasi dari suatu website juga terjadi pada penyerangan terhadap website http://www.golkar.or.id milik partai Golkar. Serangan terjadi hingga 1577 kali melalui jalan yang sama tanpa adanya upaya menutup celah disamping kemampuan hacker yang lebih tinggi. Dalam hal ini teknik yang digunakan oleh hacker adalah PHP Injection dan mengganti tampilan muka website dengan gambar wanita sexy serta gorilla putih sedang tersenyum. Dari realitas tindak kejahatan tersebut di atas bisa dikatakan bahwa dunia ini tidak lagi hanya melakukan perang secara konvensional akan tetapi juga telah merambah pada perang informasi.

Untuk pencegahan dari penyalahgunaan fasilitas teknologi informasi dilakukan peran serta pemerintah dalam upaya mengontrol perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk mencegah penyalahgunaan yang mungkin terjadi di masyarakat. Selain itu, aturan- aturan tentang teknologi informasi juga tertuang dalam undang- undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronika).

 

sumber:

https://latansablog.wordpress.com/

http://kelinciabuabu.blogspot.com/2015/04/tugas-2-etika-dan-profesionalisme-tsi.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 25, 2015 in Uncategorized

 

Tugas 1 Etika & Profesionalisme TSI

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “Etika” secara umum dan berikan contoh penerapan “Etika” dalam teknologi sistem informasi!

Pengertian Etika Secara Umum

Etika dalam bahasa Yunani Kuno “ ethikos “, yang berarti “timbul dari kebiasaan” adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Sedangkan profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dsb) tertentu.


Bicara mengenai profesi, yang kita ketahui bahwa profesi adalah pekerjaan, contohnya seperti dokter, guru, penyanyi, dll. Namun tidak semua bidang pekerjaan dapat dikatakan sebagai profesi. Maka dari itu ada istilah profesionalisme. Profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional. Dalam bidang teknologi informasi, tentunya etika dan profesi menjadi sangat penting khususnya di era informasi seperti sekarang ini. Para pelaku dunia IT harus mengetahui etika dan profesi dalam bidang yang mereka jalani ini.

Penerapan Kode Etik Dalam TI

Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan klien, antara para professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.

Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user, ia dapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya (misalnya: hacker, cracker, dll). Kode etik profesi Informatikawan merupakan bagian dari etika profesi.

Jika para profesional TI melanggar kode etik, mereka dikenakan sanksi moral, sanksisosial, dijauhi, di-banned dari pekerjaannya, bahkan mungkin dicopot dari jabatannya.


  1. Apa tujuan dari penerapan “Etika” dalam teknologi sistem informasi? Jelaskan!

Tujuannya :

  •  Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
  •  Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
  •  Untuk meningkatkan mutu profesi khususnya dalam bidang IT.
  •  Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
  •  Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
  •  Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
  • Menentukan baku standarnya sendiri.
  1. Jelaskan “Etika” apa yang harus diperhatikan bagi pembuat, pengembang dan pengguna teknologi sistem informasi!

Aspek-Apek Yang Harus Diperhatikan dalam Teknoogi Informasi :

   Aspek Teknologi

       Semua teknologi adalah pedang bermata dua, ia dapat digunakan untuk tujuan baik dan jahat. Contoh teknologi nuklir dapat memberikan sumber energi tetapi nuklir juga enghancurkan kota hirosima.

       Seperti halnya juga teknologi kumputer, orang yang sudah memiliki keahlian dibidang computer bias membuat teknologi yang bermanfaat tetapi tidak jarang yang melakukan kejahatan.

   Aspek Hukum

  •  Hokum untuk mengatur aktifitas di internet terutama yang berhubungan dengan kejahatan maya antara lain masih menjadi perdebatan. Ada dua pandangan menganai hal tersebut antara lain:
  •   Karakteristik aktiofitas di internet yang bersifat lintas batas sehingga tidak lagi tunduk pada batasan2 teritorial
  •    system hokum tradisiomal (The Existing Law) yang justru bertumpu pada batasan teritorial dianggap tidak cukup memadai untuk menjawab persoalan2 hukum yang muncul akibat aktifitas internet.

Aspek Pendidikan

Dalam kode etik hacker ada kepercayaan bahwa berbagi informasi adalah hal yang sangat baik dan berguna, dan sudah merupakan kewajiban (kode etik) bagi seorang hacker untuk membagi hasil penelitiannya dengan cara menulis kode yang open source dan memberikan fasilitas untuk mengakses informasi tersebut dan menggunakn peralatan pendukung apabila memungkinkan. Disini kita bias melihat adanya proses pembelajaran.

Aspek Ekonomi

Untuk merespon perkembangan di Amerika Serikat sebagai pioneer dalam pemanfaatan internet telah mengubah paradigma ekonominya yaitu paradigma ekonomi berbasis jasa (From a manufacturing based economy to service – based economy). Akan tetapi pemanfaatan tknologi yang tidak baik (adanya kejahatan didunia maya) bias mengakibatkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit di Indonesia ada 109 kasus yang merupakan predikat PRAUD (Credit Card) korbannya 80% adalah warga AS.

Aspek Sosial Budaya

Akibat yang sangat nyata adanya cyber crime terhadap kehidupan social budaya di Indonesia adalah ditolaknya setiap transasi di internet dengan menggunakan kartu kredit yang dikeluarkan oleh perbankan Indonesia. Masyarakat dunia telah percaya lagi dikarenakan banyak kasus credit card PRAUD yang dilakukan oleh netter asal Indonesia. Cyber Crime : perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan terhadap teknologi computer dan telekomunikasi..

Contoh – Contoh Pelanggaran Etika TI

  1. Kejahatan Komputer
  2. Cyber Ethics
  3. E-Commerce
  4. Pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual
  5. Tanggung Jawab Profesi
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 24, 2015 in Uncategorized

 

Pengantar Telematika 3

Pembahasan kita kali ini ada 3 Soal,apa aja ya soalnya …

  1. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan fasilitas layanan telematika !
  2. Jelaskan menurut pendapat masing-masing bagaimana caranya mengurangi penyalahgunaan fasilitas layanan telematika !
  3. Apa dampak yang terjadi dari penyalahgunaan fasilitas layanan telematika, jelaskan !
Soalnya sudah, tinggal dijawab :
  1. Layanan telematika, berdampak positif dan negatif, karena semakin mudahnya layanan akses telematika tersebut, banyak yang memanfaatkan celah keamanan di layanan tersebut untuk keperluan pribadi atau kelompok. Menurut saya, faktor – faktor yang menyebabkan penyalahgunaan layanan telematika adalah :
    a. SDM, Sumber Daya Manusia yang memungkin untuk mengekploitas layanan telematika tersebut untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
    Hal ini dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, pergaulan, konten yang diakses, keperluan hidup dll. beberapa orang menganggap kegiatan seperti ini menjadi suatu kepuasan tersendiri bila berhasil melakukan hal tersebut.
    b. Peranan Orang Tua, Orang tua disini berlaku untuk pengguna dibawah umur atau remaja yang masih dalam pengawasan orang tua dalam mengakses konten digital dari layanan telematika. Bila peranan orang tua kurang maka penyalahgunaan layanan telematika dari user tersebut sangat terbuka.
    c. Faktor Kepentingan Pribadi / Kelompok. dapat dilihat dari kasus penyerangan Server SONY yang di retas oleh Oknum Hacker yang mengatasnamakan GOP dan mengambil berbagai file internal di dalam Server Sony tersebut dan mempublikasikannya.
  2. Cara Mengurangi penyalahgunaan fasilitas layanan Telematika,
    a. Pembatasan Konten yang dapat di akses oleh pengguna
    b. Peningkatan Pengawasan Konten Layanan Telematika
    c. Peningkatan Security Konten Layanan
    d. Pendidikan Konten Layanan Telematika
  3. Dampak dari penyalahgunaan fasilitas telematika
    a. Layanan telematika menjadi lebih lambat
    b. Kerusakan infrastruktur dari penyedia layanan
    c. Kerusakan data yang bersifat Private
    d. Kerahasiaan pengguna terganggu
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 27, 2015 in Pengantar Telematika

 

Pengantar Telematika 2

Tugas 2 Pengantar Telematika

  1. Apa manfaat dan dampak negatif dari jaringan komputer sebagai media untuk mengakses layanan telematika, jelaskan !

Jawab :

  1. Manfaat Jaringan Komputer :

–          Sebagai Media Komunikasi

Semua pengguna jaringan computer dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.

–          Sebagai Media Pertukaran data

Seluruh pengguna jaringan komputer di dunia dapat bertukar informasi dengan cepat dan murah menggunakan email, newsgroup, dan aplikasi jaringan computer lainnya yang memiliki media pendukung pertukaran data

–          Sebagai Hiburan (Interaktif)

Menjadi suatu kesenangan tersendiri jika memiliki jaringan computer di dalam tempat tinggal kita, Karena dengan adanya jaringan tersebut kita dapat menonton acara televise secara online, radio streaming, download lagu ataupun film, dll.

–          Kerja sama

Sangat memungkinkan bila suatu organisasi atau individu untuk melakukan suatu hubungan kerja sama melalui jaringan computer yang ada.

  1. Dampak Negatif Jaringan computer :

–          Mengurangi sifat social manusia secara langsung

Dengan adanya jaringan computer, individu biasanya lebih senang mengobrol dengan individu lainnya lewat aplikasi yang tersedia.

Misalnya : di dalam sebuah ruangan terdapat 3 individu yang sedang duduk santai, mereka lebih senang memainkan hanpdhone  dari pada mengobrol dengan individu disebelahnya.

–          Menimbulkan penipuan

Untuk orang-orang yang telah ahli mengaplikasikan jaringan computer, mereka dapat memanipulasi sejumlah informasi yang dapat menimbulkan penipuan, sehingga merugikan individu lainnya.

–          Munculnya Violence dan Gore

Adalah kejahatan yang menampilkan kekejaman dan kesadisan. Dimana mereka menjual situs dengan berbagai cara, dan biasanya situs tersebut bersifat tabu.

–          Merajalelanya tingkat Pornografi

Dengan akses internet yang semakin cepat dan akurat, maka berbagai jenis informasi dapat di peroleh. Sehingga pornografi yang ada semakin merajalela, dengan melihat atau menonton sesuatu yang pornografi seseorang akan terdorong untuk melakukan kejahatan seksual.

  1. Berikan contoh aplikasi-aplikasi apa saja yang berkembang yang memanfaatkan jaringan komputer khususnya internet dalam bidang telematika !

Jawab :

Contoh Aplikasi :

–          E-mail

Atau dapat disebut juga sebagai surat elektronik adalah sarana untuk mengirim surat atau pesan melalui jaringan internet.

–          Video Teleconference

Sarana diskusi yang dapat di akses oleh siswa di seluruh dunia melalui jaringan computer.

–          E-Learning

Memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas, melainkan melalui jaringan computer.

–          E-Commerce

Adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang melalui system elektronik seperti jaringan computer.

  1. Faktor apa saja yang mendasari perkembangan telematika di Indonesia semakin meningkat, sebutkan dan jelaskan !

Jawab :

Faktor Perkembangan Telematika

–          Faktor  Pendidikan :

Merupakan factor yang sangat pokok dalam mendasari perkembangan telematika, karena dengan berkembangnya pendidikan suatu Negara, maka masyarakat akan di tuntut untuk melakukan perkembangan dalam segala bidang, termasuk telematika.

–          Faktor Kebutuhan Masyarakat

Masyarakat yang terus meningkat kebutuhannya menjadi salah satu factor yang mendasari perkembangan telematika. Pada dasarnya, kebutuhan masyarakat merupaka hal yang terpenting yang harus di penuhi demi terjalinya perkembangan suatu Negara.

–          Faktor Perekonomian

Perekonomian suatu Negara juga menjadi factor yng penting, karena dengan berkembangnya suatu perekonomian Negara maka tingkat perdagangan lewat jaringan computer dapat menjadi penentu kesuksesannya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 15, 2014 in Uncategorized

 

Pengantar Telematika

Soal     :

  1. Jelaskan menurut pendapat masing-masing tentang faktor-faktor yang mempengaruhi layanan   telematika dapat dengan mudah diakses!

 

  1. Bagaimana peranan telematika di berbagai bidang? Berikan contoh layanan telematika pada bidang pendidikan!

 

  1. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan untuk mengurangi dampak negatif dari telematika, jelaskan!

 

  1. Apa fungsi dari telematika? Jelaskan!

 

Jawab :

 

  1. Menurut saya faktor faktor yang membuat layanan telematika mudah di akses adalah dengan di perbanyak layanan wireless atau wifi gratis yang ditempatkan pada sekolah, kampus, di taman atau tempat bermain dan tempat swalayan agar semua masyarakat dapat menikmati berbagai layanan yang ada di internet. Selain itu faktor lain untuk mempermudah akses layanan telematika adalah dengan adanya paket internet murah yang disediakan provider, agar masyarakat bisa leluasa membuka layanan internet tanpa harus kuatir akan biayanya.

 

  1. Telematika sekarang sudah sangat jauh berkembang dan mengakselerasi perkembangan di zaman informasi. Peranannya sudah menyentuh berbagai bidang dalam kehidupan, salah satu contohnya dalam bidang pendidikan. Pada bidang pendidikan, peran telematika sangat membantu terutama dalam kegiatan belajar mengajar.

Dan contoh layanan telematika pada bidang pendidikan adalah :

  • Studentsite Gunadarma : dengan adanya studentsite gunadarma, mahasiswa bisa melihat melihat jadwal kuliah, bisa melihat IPK dan nilai dari setiap pelajaran, bisa mengumpulkan tugas, dan melihat informasi dengan mudah.
  • Video teleconference : disini mahasiswa atau pelajar bisa menggunakan layanan ini untuk berdiskusi dengan berbagai kalangan di dunia.
  • Perpustakaan Elektronik : Kini layanan perpustakaan dapat diakses dengan mudah dengan menggunakan layanan ini, karena semua informasi perpustakaan dapat diakses dengan internet

 

  1. Menurut saya untuk mengurangi dampak negative dari telematika adalah ,

–    Pengenalan internet harusnya dikenalkan oleh orang tua bukan oleh orang lain, jadi sejak dini seharusnya para orang tua sudah mengenalkan internet pada anaknya dan memberitahu tentang apa-apa saja yang boleh di buka dan tidak boleh dibuka di internet.

  • Menggunakan software untuk mengunci segala akses agar anak tidak membuka situs yang berbau seks dan kekerasan
  • Letakan Komputer di ruang public rumah seperti di ruang keluarga, agar pemakaian computer anak dapat terkontrol.
  • Dan kenalkan kepada anak bahwa internet itu berfungsi untuk mencari hal yang bersifat edukatif dan jauhkan anak anak dari bermain game di internet karena akan bersifat kecanduan

 

4. Fungsi Telematika tentunya sebagai sarana penyebaran informasi yang luas dan cepat , penggunaaan telematika diharapkan dapat mencerdaskan masyarakat dengan berbagai informasi berguna yang tersedia khususnya untuk daerah tertinggal atau jauh dari kota besar, akan lebih mudah untuk mengetahui perkembangan info

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 18, 2014 in Pengantar Telematika

 

PI Dendi Batinova

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI BERBASIS E-COMERCEE

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.   Latar Belakang

Saat ini website berkembang sangat pesat. Dunia perdagangan juga telah memanfaatkan website untuk tempat berdagang di atas internet dengan metode e-commerce. Metode ini dapat merubah yang dulunya berdagang begitu merepotkan menjadi betapa efisiennya berdagang, yang dulunya berdagang harus mempunyai toko sebagai tempat berdagang, tetapi sekarang dengan metode ini kita tidak perlu harus mempunyai toko untuk tempat berdagang. Selain itu dengan metode ini pemasarannya akan semakin luas. Website e-commerce telah banyak digunakan di toko-toko kecil hingga perusahaan yang besar.

Akhir-akhir ini banyak sekali toko-toko dan perusahaan yang menggunakan website ecommerce untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan omzet mereka. Karena dengan metode ini diseluruh penjuru dunia dapat melakukan pembelian tanpa harus pergi ketoko atau perusahaan yang bersangkutan. Termasuk juga pada toko-toko sederhana, toko hijab dan aksesoris misalnya, mulai mejajaki toko online sebagai media berdagangnya. Hal ini tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai salah satu strategi marketing untuk mencapai hasil yang optimal dalam berniaga. Mencapai profit ataupun omzet yang ditargetkan merupakan impian dari tiap yang berdagang. Semakin baik visi dan misi toko online tersebut akan semakin optimal hasil yang akan dicapai. Toko online sebagai media berdagang diharapkan membuka banyak jalan untuk memperkenalkan produk-produk yang dijual juga menjaring banyak konsumen.

Pembuatan website penjualan dengan konsep e-commerce memang tidak begitu mudah, tetapi sepadan dengan hasil yang diperoleh bahkan lebih. Apabila pembuatan website tersebut mengunakan software yang memang di peruntukan untuk membuat website, seperti Dreamweaver, Microsoft front pack, dan lain-lain. Maka akan sangat membantu mempermudah dalam pembuatan website tersebut. Karena dengan software-software tersebut akan menghasilkan kode-kode html tersendiri. Latar belakang yang telah disebutkan di atas mendorong penulis untuk membuat tugas akhir dengan judul : Perancangan Sistem Informasi Penjualan Hijab Berbasis E-commerce.

1.2.   Maksud dan Tujuan

Adapun maksud penulis membuat suatu perancangan website berbasis e-commerce ini adalah :

  1. Menerapkan dan mempraktekan ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti pendidikan di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) Universitas Gunadarma
  2. Memberikan kesempatan bagi penulis untuk mengembangkan kemampuan diri sendiri dalam Penulisan Ilmiah ini.
  3. Untuk merambah dunia perdagangan dengan cara yang modern, sehingga hasil yang dicapai akan lebih optimal salah satunya dengan membuat sebuah website berbasis e-commerce.
  4. Sebagai dharma bakti penulis kepada almamater Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) Universitas Gunadarma
  5. Tujuan dari Penulisan Ilmiah ini sendiri adalah sebagai salah satu syarat kelulusan Jurusan Sistem Informasi (SI) pada Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) Universitas Gunadarma

1.3.   Metode Penelitian

Metode penelitian yang dipilih harus berhubungan dengan prosedur yang ada dalam memperoleh data-data dan keterangan yang berhubungan dengan penulisan ini, penulis mengadakan metode penelitian dengan melakukan beberapa cara, yakni :

  1. Studi Pustaka

Studi Pustaka adalah metode yang dilakukan dengan cara menggunakan referensi dari buku-buku yang mendukung dalam Penulisan Ilmiah ini.

  1. Observasi

Dalam metode Observasi ini penulis mengumpulkan data dan informasi yang   diperlukan berkaitan dengan aplikasi-aplikasi yang mempunyai tema atau topik yang sejenis, sehingga penulis dapat mengembangkan aplikasinya menjadi lebih luas.

 

1.4.  Ruang Lingkup

Ruang lingkup pada pembangunan e-commerce pada Toko Hijab perlu diberikan agar pembahasan tugas akhir ini dapat lebih terarah dan tidak menyimpang dari tujuan penulisan, meliputi:

  1. Otentikasi Pengguna

Sistem mampu melakukan otentikasi level pengguna. Level pengguna yang dipakai antara lain admin dan user.

  1. Pendaftaran Pelanggan

Sistem dapat menerima pendaftaran data user baru. User dapat melakukan transaksi hanya jika sudah mendaftarkan dirinya.

  1. Transaksi Pembelian

Sistem mampu menangani transaksi pembelian barang.

  1. Transaksi Pembayaran

Sistem pembayaran barang dilakukan dengan transfer antar rekening secara manual yang kemudian divalidasi oleh petugas yaitu bagian setelah pembeli mengkonfirmasi pembayaran.

  1. Pencarian Barang

Sistem mampu memberikan fasilitas pencarian barang yang dijual, pencarian berdasarkan kategori tertentu.

  1. Keranjang Belanja

Sistem mampu menampilkan keranjang belanja dengan field gambar, nama barang, kategori/model, jumlah, harga dan total harga seluruh barang yang akan dibeli.

  1. Customer service

Sistem mampu memberikan fasilitas customer service melalui komentar/testimonial.

1.5    Sistematika Penulisan

         Sistematika Penulisan yang digunakan dalam tugas akhir ini terbagi dalam beberapa pokok bahasan, yaitu :

BAB I             PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang masalah, maksud dan tujuan, metode penelitian, ruang lingkup dan sistematika penulisan.

BAB II          LANDASAN TEORI

Berisi kumpulan studi pustaka yang berhubungan dengan topik tugas akhir yang berfungsi sebagai referensi dalam pembuatan tugas akhir website e-commerce.

BAB III          PEMBAHASAN

Memuat tentang uraian, hasil kajian, temuan, ide serta pengembangan yang sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan dalam pembuatan aplikasi website e-commerce.

BAB IV          PENUTUP

Menjelaskan kesimpulan dari pembahasan aplikasi e-commerce ini saran untuk pengembangan serta penyempurnaan sistem aplikasi e-commerce ini.

DAFTAR PUSTAKA

 

Jogiyanto. 2005. Pengenalan Komputer. Yogyakarta : Penerbit Andi.

 

Kadir, Abdul. 2010. From Zero to Be a Pro : CSS. Yogyakarta : Penerbit Andi.

 

MADCOMS. 2008. Panduan Menggunakan Internet Pemula. Yogyakarta : Penerbit Andi.

 

MADCOMS. 2010. Kupas Tuntas Adobe Dreamweaver CSS Dengan Pemrograman PHP & MySQL. Yogyakarta : Penerbit Andi.

 

Nugroho, Adi. 2006. Memahami Perdagangan Modern di Dunia Maya. Bandung : Informatika.

 

Prihatna, Hengky. 2005. Kiat Praktis Menjadi Webmaster Profesional. Jakarta : Elex Media Komputindo.

 

Sarwono, Jonathan, dan Tutty Martadireja. Teori E-Commerce : Kunci Sukses Perdagangan di Internet. Yogyakarta : Gava Media.

 

Shera, Andy. 2010. Step by Step Internet M@rketing. Jakarta : Elex Media Komputindo.

Suprianto, Dodit. 2005. Buku Pintar Pemrograman PHP. Bandung : Penerbit OASE Media.

 

Suryana, Taryana, dan Jonathan Sarwono. 2007. E-Commerce Menggunakan PHP & MySQL. Yogyakarta : Graha Ilmu.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 9, 2014 in Uncategorized